Banyak dari pengidap kanker otak yang tidak menyadari kondisi tersebut karena tidak menunjukkan tanda atau gejala khusus. Setelah hampir satu bulan dirawat, Kasino akhirnya meninggal pada usia 47 tahun pada tanggal 18 Desember 1997 https://le-bandit-game.org/id/casino/1xbet-le-bandit/ , setelah mengidap tumor otak selama satu tahun. Anak Kasino, Hanna, mengatakan bahwa tumor yang diderita ayahnya kemungkinan berawal dari insiden kecelakaan saat bersepeda gunung beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 1975, Dono mulai bergabung sebagai pengisi acara, diikuti setahun setelahnya oleh Indro. Ia mencoba menggabungkan lawakan dengan musik dangdut dengan mengambil inspirasi dari pengalaman mengikuti festival dangdut di UI bersama beberapa temannya. Selain itu, ia sering membuat topik teka-teki dengan memadukan folklor tradisional Indonesia dan cerita humor modern.
Kritikan- kritikan khas yang ditampilkan kelompok ini membuat mereka langsung mendapat tempat di hati kalangan pencintanya. Warkop bahkan membentuk tim staf yang bertugas membantu dalam mencari bahan lawakan, menyurvei lokasi, atau memastikan kesiapan kostum dan properti yang dibutuhkan. Warkop dikenal melalui gaya komedi verbal yang jenaka, tetapi juga kritis terhadap kondisi sosial.
Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan. Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright). Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkot mahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir. Pembuatan dan peredaran film setahun dua kali diperuntukkan masa edar bioskop-bioskop utama di Indonesia dengan masa tayang awal bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri dan malam pergantian tahun. Setelah itu kesehatannya terus menurun hingga akhirnya sempat dirawat dua pekan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Warkop DKI, era emas film komedi

Temmy mengundang mereka untuk mengisi acara bersama Rudy Badil yang diberi nama Obrolan Malam Jumat (Omamat). Kasino memiliki minat terhadap humor sejak masa kecilnya, dan ia mengakui bahwa inspirasinya berasal dari kelompok lawak Trio Los Gilos yang beranggotakan Bing Slamet, Mang Cepot, dan Mang Udel. Ia sempat tinggal dan bersekolah di Padalarang, Bandung Barat, sampai kelas tiga SD sebelum pindah ke SD Budi Utomo, Jakarta. Lahir di Gombong, Kabupaten Kebumen, Kasino menunjukkan minat terhadap humor sejak masa sekolah.
Jadi Putri Tunggal Kasino Warkop DKI, Wanita Lulusan 2 Kampus Ternama Indonesia Ini Jajal Peruntungan di Bisnis Kuliner
Saat mengenang kepergian Kasino, Indro mengagumi ketabahan hati sahabatnya itu yang seakan sadar betul seperti apa proses yang akan dihadapi nantinya. Mendengar kabar tersebut, Indro langsung lari menyusuri lorong rumah sakit. Dia mengatakan, pilihan studinya di bidang ilmu sosial bukanlah satu-satunya hal yang menjadi pendorong kelompok Warkop untuk mengangkat tema itu dalam lawakan. Dikutip dari Harian Kompas, 23 Desember 1979, Kasino mengatakan, kelompok Warkop awalnya terbentuk karena obrolan santai seputar lingkungan saat ia masih mengisi sebagai penyiar di Radio Prambors. Sekitar 12 film layar lebar dibuat grup Warkop dan selalu ditunggu masyarakat di saat-saat perayaan Lebaran yang memang menjadi momen dirilisnya film-film Warkop terbaru.
4 Tahun yang lalu – Begini nasib putri semata wayang pelawak Kasino Warkop setelah ayahnya meninggal, ternyata sukses berbisnis! 4 Tahun yang lalu – Ditinggal pergi Kasino Warkop untuk selama-lamanya, begini kabar terbaru sang putri semata wayang. Saat itu Kasino sedang dirawat di rumah sakit akibat kanker yang diidapnya, Indro Warkop bersama Dono, bergiliran hari untuk menjaga sang sahabat ketika menjalani perawatan. Sosoknya di industri hiburan sangat bersinar dengan sederet karya yang sudah ia ciptakan bersama dua sahabatanya, Indro dan Dono Warkop DKI. Ribuan pelayat turut meneteskan air matanya karena tidak kuat menahan kesedihan melihat kepergiannya.
Rudi Badil, yang selalu merasa gugup saat tampil, akhirnya mengambil keputusan untuk keluar dari Warkop Prambors dan menjadi satu-satunya anggota Warkop yang tidak pernah tampil di layar lebar. Pada medio 1970-an, konsep dan program yang diusung oleh Warkop Prambors menjadi terkenal di kalangan masyarakat serta pelajar, sehingga mereka melaksanakan pertunjukkan pertama mereka. Kebingungan Indro dalam menghadapi kesendirian muncul akibat kepergian Dono dan Kasino. Indro Warkop DKI, seorang komedian, mengakui bahwa ia sempat merasa bingung setelah kehilangan dua sahabatnya, mendiang Dono dan Kasino Warkop DKI. Warkop mulai memproduksi film-film komedi yang selalu laris setelah mereka merasa puas dengan pertunjukan dan obrolan mereka di udara. Acara kampus dan pernikahan teman-temannya sering kali menjadi tempat bagi Dono untuk berperan sebagai pembawa acara.
Meskipun merupakan anak tunggal Kasino Warkop dan putri dari seorang komedian legendaris, ia justru menjauh dari industri hiburan dan memilih untuk berjualan kue.

Pada saat itu, hiburan radio masih sangat populer, dan format perbincangan santai dengan humor yang mereka sajikan terasa segar serta berbeda dari yang lain. Enam tahun lalu, Hanna Kasino kehilangan ayahnya, Kasino Warkop DKI, untuk selamanya. Ia berhasil menunjukkan bahwa humor dapat berfungsi sebagai cermin sosial yang cerdas, bukan sekadar hiburan semata. Di kampus tersebut, ia berkenalan dengan sejumlah teman yang memiliki selera humor yang serupa, seperti Dono, yang dikenal juga dengan nama Wahjoe Sardono dan Nanu Mulyono. Ia mampu menjadikan humor yang sederhana terasa segar dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dono Warkop telah membintangi puluhan film komedi yang membuat nama dan popularitasnya meningkat berkat kerja sama dengan personil Warkop DKI lainnya di industri hiburan Indonesia pada tahun 90-an. Dono juga sering berperan sebagai pembawa acara dalam kegiatan kampus atau pernikahan rekan-rekan kampusnya. Karya-karya yang ditinggalkan Kasino bersama Warkop DKI merupakan warisan terbesarnya. Kepergian Kasino meninggalkan kesedihan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi jutaan penggemar yang berkembang bersama karyanya. Meskipun kondisinya seringkali tidak stabil, ia mencoba untuk tampil kembali di salah satu serial televisi. Menurut putrinya, Hanna Sukmaningsih, kemungkinan penyakit ayahnya disebabkan oleh kecelakaan saat bersepeda gunung beberapa tahun lalu.
Ia segera mengumpulkan berbagai data dan mengolahnya untuk dijadikan materi pembahasan setiap minggunya. Kasino merasa cocok dengan tema acara tersebut sebagai seorang aktivis kampus. Acara tersebut mengangkat topik kondisi politik dan sosial di dalam negeri dengan cara yang santai.
Sejak dari penampilan mereka di radio hingga televisi, humor yang mereka bawakan seringkali menyentuh tema politik dan mengkritisi situasi sosial. Oleh karena itu, ia harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. Dono mulai bergabung sebagai pengisi acara pada tahun 1975, diikuti oleh Indro setahun setelahnya. Diketahui bahwa Dono harus menerima transfusi tiga kantong darah untuk meningkatkan kondisi kesehatan yang menurun. Tiga tahun setelah Kasino pergi, dunia lawak kembali harus merelakan kepergian salah satu anggota Warkop DKI, yaitu Dono.